EDUKASI KESEHATAN MENTAL DAN PENCEGAHAN SELF-HARM PADA SISWA SMKS PALUTA HUSADA

JPMP

Penulis

  • Pebri Angki, S.Kep., Ns. M.Kep Penulis
  • Erwinsyah Putra Surbakti, S. Kep, Ns, M.Kep Penulis

Kata Kunci:

kesehatan mental, self-harm, remaja, edukasi kesehatan, siswa

Abstrak

ABSTRAK

Kesehatan mental merupakan bagian penting dari kesehatan individu yang memengaruhi cara berpikir, merasakan, dan berperilaku. Remaja merupakan kelompok yang rentan mengalami masalah kesehatan mental akibat perubahan biologis, psikologis, dan sosial yang terjadi selama masa perkembangan. Salah satu bentuk perilaku yang sering dikaitkan dengan gangguan kesehatan mental pada remaja adalah self-harm atau perilaku menyakiti diri sendiri. Berdasarkan hasil Indonesia National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS), satu dari tiga remaja Indonesia mengalami masalah kesehatan mental. Kondisi ini menunjukkan pentingnya upaya promotif dan preventif melalui edukasi kesehatan mental di lingkungan sekolah. Kegiatan edukasi ini bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa SMKS Paluta Husada mengenai kesehatan mental dan pencegahan self-harm. Metode yang digunakan berupa penyuluhan kesehatan melalui ceramah, diskusi, dan tanya jawab. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa tentang pentingnya menjaga kesehatan mental, mengenali faktor risiko self-harm, serta mengetahui langkah-langkah pencegahan dan pencarian bantuan yang tepat. Edukasi kesehatan mental di sekolah dapat menjadi salah satu strategi efektif dalam meningkatkan kesadaran dan ketahanan mental remaja. Data I-NAMHS menunjukkan tingginya kebutuhan perhatian terhadap kesehatan mental remaja di Indonesia.

Referensi

DAFTAR PUSTAKA

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Profil Kesehatan Indonesia 2023. Jakarta: Kemenkes RI.

Universitas Gadjah Mada. (2022). Indonesia National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS). Yogyakarta: UGM.

Wahdi, A., Wilopo, S. A., et al. (2023). The Prevalence of Adolescent Mental Disorders in Indonesia: An Analysis of Indonesia National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS). Journal of Adolescent Health, 72(3).

Fajaruddin, M., & Sahrul. (2024). Karakteristik Kesehatan Mental Remaja dalam Perilaku Self Harm. Cetta: Jurnal Ilmu Pendidikan, 7(4).

Jamilah, S. R., & Coralia, F. (2024). A Scoping Review: Self-Harm pada Remaja. Jurnal Riset Psikologi, 5(1).

Selian, S. N., Setiangingsih, E., & Jahara, S. (2024). Peran Psikolog dalam Penanganan dan Pencegahan Self-Harm pada Remaja. Jurnal Psikologi Konseling, 18(1).

Budiman, M. E. A., dkk. (2024). Kecemasan dengan Perilaku Self-Harm pada Remaja. Jurnal Keperawatan Jiwa, 12(2).

Izzah, F. N., & Ariana, A. D. (2022). Hubungan Perceived Social Support dengan Perilaku Non-Suicidal Self Injury pada Remaja. Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental, 2(1).

Nasution, F. Z., & Angraini, S. (2021). Gambaran Perilaku Self Harm pada Remaja. Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan, 1(1).

Agustin, I. M., Sumarsih, T., Andri, I., & Mutoharoh, S. (2025). Understanding the Psychosocial Roots of Adolescent Self-Harm: Findings from a Descriptive Cross-Sectional Study in Indonesia. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia, 9(3).

Tsaqiila, I. (2024). Analisis Faktor Penyebab Self-Harm pada Remaja di Indonesia: A Scoping Review. Yogyakarta: Universitas Islam Indonesia.

Keliat, B. A. (2019). Keperawatan Kesehatan Jiwa Komunitas. Jakarta: EGC.

Yusuf, A., Fitryasari, R., & Nihayati, H. E. (2020). Buku Ajar Keperawatan Kesehatan Jiwa. Jakarta: Salemba Medika.

Stuart, G. W. (2021). Prinsip dan Praktik Keperawatan Kesehatan Jiwa. Jakarta: Elsevier Indonesia.

Notoatmodjo, S. (2018). Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

cover

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-01