KONSELING MP ASI KEPADA IBU BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GUNUNG TUA

JPMP

Penulis

  • Fitria Marissa Penulis
  • Astri Puti Aura Penulis
  • Laila Hasanah Sembiring Penulis

Kata Kunci:

Pengetahuan Ibu, Praktik MPASI, Bayi, Puskesmas Gunung Tua

Abstrak

ABSTRAK

Pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang tidak tepat merupakan salah satu faktor risiko gangguan pertumbuhan pada bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu tentang MPASI dengan praktik pemberian MPASI yang benar di Puskesmas Gunung Tua. Metode: Metode penelitian menggunakan desain cross-sectional. Sampel terdiri dari ibu yang memiliki bayi usia 6-24 bulan yang dipilih secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan ibu dengan ketepatan praktik pemberian MPASI (p-value < 0,05). Peningkatan edukasi oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Gunung Tua sangat diperlukan untuk memastikan bayi mendapatkan nutrisi yang optimal. Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) merupakan faktor penting dalam pertumbuhan dan perkembangan balita. Pemberian MP-ASI yang tidak sesuai anjuran dapat menyebabkan masalah gizi, seperti stunting dan kurang energi protein. Konseling gizi di tingkat puskesmas berperan strategis dalam meningkatkan pengetahuan dan praktik ibu balita terkait pemberian MP-ASI. Kesimpulan: Konseling MP-ASI efektif meningkatkan pengetahuan dan praktik ibu balita di wilayah kerja Puskesmas Gunung Tua. Disarankan agar kegiatan konseling gizi dilakukan secara rutin dan berkesinambungan untuk mendukung upaya pencegahan stunting dan peningkatan status gizi balita.

Referensi

DAFTAR PUSTAKA

1. https://pusdatin.kemkes.go.id/resources/download/pusdatin/infodatin/infodatinreproduksi-remaja.pdf, diakses tanggal 08 Desember 2021

2. Kementerian Kesehatan RI. (2020). Pedoman Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA). Jakarta: Direktorat Gizi Masyarakat.

3. WHO. (2021). Infant and Young Child Feeding: Model Chapter for Textbooks for Medical Students and Allied Health Professionals.

4. Notoatmodjo, S. (2014). Ilmu Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

5. Dinas Kesehatan Sumatera Utara. (2022). Profil Kesehatan Provinsi Sumatera Utara terkait Capaian ASI Eksklusif

6. Depkes RI. (2019). Pedoman umum pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) lokal. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

7. Kemenkes RI. (2023). Profil kesehatan Indonesia 2023. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

8. Almatsier, S. (2019). Gizi seimbang dalam daur kehidupan: Gizi bayi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. Anjani, H.

9. A., Nuryanto, N., Wijayanti, H. S., & Purwanti, R. (2023). Perbedaan pola pemberian MP-ASI antara anak berat badan kurang dengan berat badan normal usia 6-12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Gunung Pati. Journal of Nutrition College, 12, 15-26.

10. Basir, A. A., Misnarliah, & Ladji, H. (2022). Hubungan pemberian MP-ASI dengan status gizi pada anak usia 6-24 bulan di wilayah kerja Puskesmas Jongaya. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 10(2), 45-56.

11. Zirva, A., Zara, N., & Akbar, M. K. (2023). Hubungan tingkat pendidikan dan pengetahuan ibu mengenai MP-ASI dengan status gizi balita usia 6-24 bulan di wilayah kerja Puskesmas Syamtalira Bayu. Galen Jurnal Kedokteran, 15(1), 78-89.

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-01